Thursday, February 25, 2010

INGIN



Semilir angin melantunkan lafaz2 merdu
Dalam catatan perasaan
Aku adalah pengermbara di lautan gelora
Awan mendung bergulungan menyelimuti malamku
Rindu yang mengebu dalam lautan hati
Bersenandung mesra dalam ruang mimpi
Aku ingin menjadikan sejambak bunga
Seperti dian yang berkorban untuk menerangi
Bukan menjadi kembang api yang cuma indah sesaat
Ingin kumiliki pohon cinta yang tumbuh dari hati dan jiwa  yang luhur
Berpohonkan kejujuran,Berdaunkan ketulusan.
Bertangkaikan kelembutan,Berakarkan kesetiaan dan berbuahkan kemesraan
Kirimkan lah malaikat cintamu agar dia tahu apa mahuku..
Kabut jalan kerana debu,kabut cinta kerana rindu..
Kabut hati tiada yang tahu...

8 comments:

kelompen said...

Qasih
dengan keinginan kita berusaha
dengan keinginan juga kita menjadi kuat, kerana ingin juga kita sanggup, menghadapi hidup, mendepani sebarang kemungkinan
pada segala duga.
semua kita inginkan yang terbaik tetapi, tidak semua yg kita ingin, kita dapat dan tidak semua yg kita dapat adalah ingin kita...

Qasih said...

Adakala kita mendambakan kesetiaan dan kejujuran dalam membina kasih sayang..namun kita sering menjadi mangsa apabila pengorbanan tidak dihargai..Apalah makna setia andai kita terluka..

GHAFAR BAHARI said...

Qasih
kita tidak pernah mengharapkan
sebuah istana
cukup hanya sekadar
kita dapat menikmati
sedikit mimpi indah
mimpi indah yang sedikit itu pun menjadi semakin sukar untuk kita temui
apakah cinta suci sudah tidak ada lagi di sini
kejujuran dan kesetiaan hanyalah debu debu yang beterbangan
semakin jauh semakin hilang dari pandangan.

RMY-Abelitokjoro said...

salam maulidurrasulll buat kasih seisi keluarga.... semuga di rahmati...

Qasih said...

saudara ghaffar,
Dalam hidup untuk bahagia..tidak perlu sebuah istana..cukup sekadar pondok tempat berteduh..namun sarat dengan setia dan kasih sayang..Andainya semua berlalu di bawa angin,seteguh manapun janji..akan berakhir dengan kecewa..

Qasih said...

Salam abelie,terima kasih sudi singgah..salam maulidur rasul dan kesejahteraan jua milik kita bersama..

iDAN said...

harapan yang ingin digapai
terkadang bagaikan tunas kasih nan lembut
kian layu dimamah sinar mentari
ianya bagaikan tidak terlindung budi
tidak disirami restu; terbiar!

maka kita sering jadi insan
nan sekadar menatap kembangan bunga
di taman mimpi mengharumi janji dalam diri sendiri-sendiri

kekasihkah yang tak setia
atau takdir tidak pun memihak kita
sang kekasihkah kian keliru
atau duniawi nan menjadi tabir penghalang
maka sering kita alami silau bayang-bayang itu bagaikan hilang tiap kali kita pandang

sering aku mengatakan ada ketikanya
sungguh cinta itu bagaikan fatamorgana walang lekat di impi wangi dalam diri
lekat di mata hati dalam misteri.

Qasih said...

salam penyair idan yang Qasih hurmati..,Indah sungguh bait2 katamu..keinginan kadangkala memaksa kita untuk menjadi apa saja demi membahagiakan insan tersayang..kerinduan kadangkala memaksa kita menjadi seorang yang setia..pada segenap mimpi yang hadir..Adakala kekecewaan menjadi taruhan untuk menikmati sebuah kebahagiaan yang didambakan..