Wednesday, February 3, 2010

BAYANG



mengalir antara bayang dan sepi
celahan hadir yang hilang
dalam kencang derita mengheret tragis
dalam sayu membuku senyum terpaksa
sinar pada pudar di redup mata
jernih tangis mengukir pedih
lebur di pangkal hari.

bilah bilah ngilu tanpa jemu menghiris
lukanya terguris
menghitung saat saat payah
pahit membekas duka suka
calarnya adalah parut nyata ketara
dalam sendu kuhitung
perit yang bertahun kutanggung
dalam menghimpun setia yang keramat
hancur prnuh sia sia.

di tapak ini bersama puing puing luka
menganyam kecamuk rasa
ingin kubina istana
dalam redup taman yang mendamaikan
kugenggam harapan.

2 comments:

kelompen said...

Qasih
bangun lah dari luka semalam
kerana esok masih ada langkah
pada jauh perjalanan

Qasih said...

luka dan duka telah lama bersenandung dalam jiwa..ketika hati dihiris..hidup bagaikan terkuis..duka bagai digilis..